Headlines

Tips dan Trik

Feature

Travelista

Lombok yang berada di Nusa Tenggara Barat merupakan suatu pulau yang berlokasi di tenggah-tengah NTB. Lombok terkenal akan Gunung Rinjani yaitu gunung tertinggi kedua di Lombok serta pantainya yang indah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Dengan berbagai obyek wisata yang ada di pulau ini menjadikan Lombok sebagai tujuan para wisatawan untuk berekreasi dan liburan. Lombok tidak hanya terkenal dengan wisata alamnya namun juga wisata kuliner di Lombok juga sangat sayang untuk dilewatkan. Lombok memiliki beragam wisata kuliner yang enak dengan cita rasa yang sensasional dan tidak kalah saing dengan wisata kuliner di daerah lain.
Ketika Anda berwisata atau mengunjungi Lombok NTB, belum afdol rasanya jika anda belum mencipi makanan khas Lombok dengan beragam variasi rasa yang dimilikinya. Kuliner khas Lombok ini akan memberikan cita rasa tersendiri yang tidak bisa Anda temui di tempat lain. Berikut beberapa wisata kuliner di Lombok yang mungkin dapat Anda jadikan referensi untuk memilih makanan yang sesuai dengan keinginan Anda saat anda berkunjung di Lombok.
1. Ayam Taliwang
Ayam Taliwang
Ayam Taliwang merupakan salah satu kuliner khas Lombok yang sebaiknya Anda coba. Ayam ini dapat dimasak dengan dua cara yaitu digoreng ataupun dibakar sesuai dengan selera Anda. Bagi Anda pecinta makanan pedas maka makanan Ayam Taliwang ini sangat cocok bagi Anda karena Ayam Taliwang ini memiliki rasa yang pedas. Apalagi jika anda memilih ayam kampung yang muda, maka akan menambah cita rasa di dalamnya.
2. Sate Tanjung
Sate Tanjung merupakan salah satu wisata kuliner di Lombok yang sayang untuk dilewatkan. Bagi Anda para pecinta sate, Anda perlu mencoba sate yang satu ini. Sate Tanjung memiliki keunikan tersendiri yaitu sate ini terbuat dari daging Ikan Cakalang. Sate ini memiliki rasa yang sangat pedas dan gurih, serta penggunaan rempah-rempah semakin menambah cita rasa dari sate ini. Anda juga dapat menggunakan lontong sebagai teman makan sate ini..
3. Baberuk Terong
Wisata kuliner khas Lombok selanjutnya adalah Baberuk Terong. Makanan ini berbentuk lalapan di mana identik dengan terong yang berwarna ungu, dipotong secara dadu, dan dicampur dengan tomat. Ada bumbu yang dipakai untuk melumurinya yaitu bumbu yang berasal dari terasi bakar, gula pasir, cabe merah keriting, cabe rawit, kencur, bawang putih dan minyak goreng yang semuannya dihaluskan kemudian di atasnya ditambah jeruk limau. Biasanya lalapan ini disajikan bersamaan dengan Ayam Talimau.
4. Iwel
Iwel
Iwel
Iwel merupakan salah satu wisata kuliner di Lombok yang juga tidak kalah enaknya. Iwel merupakan makanan yang terbuat dari ketan hitam dan rasanya adalah legit dan manis. Jajanan ini biasanya digunakan pada perayaan upacara adat setempat. Namun jangan khawatir, saat ini Iwel sudah dapat Anda temui di wilayah Lombok. Makanan ini sangat cocok bagi Anda yang suka akan jajanan yang berasa manis dan legit. Iwel merupakan makanan asli dari Lombok.
Beragam wisata kuliner khas Lombok dengan beragam karakteristik dan cita rasa yang dimilikinya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang mengunjungi Lombok. Sehingga bagi Anda yang ingin berwisata ke Lombok jangan lupa mencicipi kuliner khas Lombok yang identik dengan rasanya yang pedas dan gurih yang pastinya tidak bisa Anda temui di daerah lain.
Beberapa informasi mengenai wisata kuliner di Lombok mulai dari jajanan-jajanan yang berasa manis hingga beragam sate dan lalapan yang memiliki rasa pedas dan gurih di atas semoga dapat menambah pengetahuan Anda serta dapat menjadi referensi bagi Anda yang ingin berwisata ke Lombok Nusa Tenggara Barat. Berlibur sambil menikmati beragam makanan khas yang ada di Lombok tentunya merupakan pengalaman yang tak akan terlupakan.
Menu apapun di Hari Raya Lebaran tentunya terasa kurang afdol apabila tidak ditemani dengan ketupat sebagai pertanda masuknya bulan syawal bagi masyarakat Indonesia khususnya Jawa. Tapi apakah kita tahu asal usul ketupat itu sendiri? Yuks kita simak bersama sejarah ketupat yang menjadi ciri khas Lebaran.

Menurut sejarawan Belanda H.J. de Graaf dalam Malay Annal, ketupat merupakan simbol perayaan hari raya Islam pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Patah awal abad ke-15. De Graaf menduga kulit ketupat yang terbuat dari janur berfungsi untuk menunjukkan identitas budaya pesisiran yang ditumbuhi banyak pohon kelapa. Warna kuning pada janur dimaknai oleh de Graff sebagai upaya masyarakat pesisir Jawa untuk membedakan warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur.

Sunan Kalijogo sebagai salah satu Walisongo memberikan andil besar dalam penyebaran agama Islam di pedalaman Jawa dengan melakukan akulturasi budaya Jawa atau agraris dengan Islam, lalu memperkenalkan dan memasukkan ketupat, simbol yang sebelumnya sudah dikenal masyarakat. Dalam dakwahnya beliau memasukkan makna filosofi  ketupat sebagai berikut:

1. Bentuk dari ketupat tersebut, diartikan dengan kiblat papat limo pancer. Papat dimaknai sebagai simbol empat penjuru mata angin utama: timur, barat, selatan, dan utara. Artinya, ke arah manapun manusia akan pergi ia tak boleh melupakan pacer (arah) kiblat atau arah kiblat (salat).
2. Mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua.
3. Mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.

Menurut Slamet Mulyono dalam Kamus Pepak Basa Jawa, kata ketupat berasal dari kupat. Parafrase kupat adalah ngaku lepat: mengaku bersalah. Janur atau daun kelapa yang membungkus ketupat merupakan kependekan dari kata “jatining nur” yang bisa diartikan hati nurani. Secara filosofis beras yang dimasukan dalam anyaman ketupat menggambarkan nafsu duniawi. Dengan demikian bentuk ketupat melambangkan nafsu dunia yang dibungkus dengan hati nurani.
Hai para penikmat kuliner indonesia, tidak terasa waktu mengantarkan kita kembali pada bulan ramadan. dibulan ramadan tentu semua akan terasa spesial. Ngomong-ngomong soal ramadhan pasti nggak lengkap kalo kita nggak ngomong tentang kuliner khasnya, walaupun yang "khas" itu belum pernah saya cicip semuanya. Tapi ada baiknya saya berikan sedikit disini yang saya tau, untuk jadi referensi menu anda dikala berbuka :

1. Pisang Ijo

Menu kesukaan ane nih gan, :), merupakan kuliner asli dari Makassar, Sulawesi Selatan, dengan bahan dasar "pisang", dibalut adonan tepung kehijauan, lalu diberikan setumpuk es. Benar-benar mantap untuk berbuka puasa. he..

2. Kolak
Pasti tahu dong kolak ? kolak merupakan menu wajib saat berbuka puasa orang indonesia, selain rasa yang enak, kolak juga makanan pembuka yang pas untuk berbuka puasa, kolak memang menjadi menu favorit untuk berbuka puasa, tak peduli daerah mana di indonesia yang pasti kolak akan hadir di meja makan saat berbuka puasa. Banyak sekali jenis kolak, yang paling sering dibuat ya kolak pisang. he...

3. Es Cendol
Lanjut kecendol, ada yang nggak tau minuman ini? kebangetan deh... selain rasanya yang enak minuman ini paling sering hadir dimeja saat berbuka puasa. mungkin, he,,,


4.Es Kopyor
Es nikmat untuk pelepas dahaga, setelah seharian berpuasa, menyegarkan tenggorokan dengan es yang satu ini pastinya mantap! Tidak ada keterangan jelas darimana es yang satu ini, tetapi yang jelas es ini termasuk selera nusantara.
 
5. Es Teler
Menurut beberapa sumber, es teler diciptakan di Jakarta oleh seorang pedagang es campur gerobak di tahun 1980an. Campuran berbagai macam buah seperti apel, pepaya, melon, alpukat, juga agar-agar, dan campuran lainnya. Penampilannya sekilas mirip dengan es campur. Mantap dan menggoda selera .
 
6. Sop Buah
Selama ane mengelana sebagai mahasiswa, minuman yang paling sering ane santap ya sop buah ini. Terdiri dari campuran berbagai buah-buahan, ada apel, nangka, melon, mangga, semangka, alpukat, dll.


7. Jus Buah
Kalau jus buah pasti pada tahu, jadi nggak perlu ane jelasin... he...favorit ane jus alpukat


karena nggak terlalu ngerti jelasinnya, artikel dan gambar sebagian diambil dari para tetangga.

Kuliner yang satu ini terbilang unik karena hampir di setiap daerah di Indonesia panganan ini muncul dengan beragam bentuk dan rasa. Adalah rujak yang merupakan makanan tradisional yang biasanya terbuat dari campuran berbagai macam sayuran atau buah dan dibubuhi bumbu atau kuah. Rujak mudah ditemukan dan dijajakan di mana saja di daerah Indonesia. Bahkan rujak melanglang buana sampai di Malaysia, dan Singapura. Di dua negara itu rujak disebut "rojak". Di bawah ini Goindonesia merangkum beberapa jenis rujak yang ada di Indonesia.

Rujak Soto

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak soto termasuk masakan khas dari daerah Banyuwangi, Jawa Timur. Masakan ini lebih merupakan paduan unik antara Rujak Cingur dengan Soto Babat.Biasanya rujak disajikan terlebih dahulu, kemudian disiram dengan kuah soto berikut babatnya. Rasanya juga khas, ada unsur soto sekaligus rasa rujak dengan aroma terasinya.

Rujak Petis

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Petis merupakan salah satu makanan tradisional yang mudah ditemukan di daerah timur pulau Jawa. Rujak petis biasanya terdiri dari irisan timun, bengkuang, mangga muda, kedondong, tahu, kecambah/ tauge, dan kangkung. Semua bahan tadi disajikan dengan siraman resep saus atau bumbu yang terbuat dari olahan petis udang, cabai, kacang tanah yang digoreng, bawang goreng, garam, gula merah, pisang muda, dan air.Di daerah Jawa Timur, selain petis yang biasa digunakan untuk bumbu Rujak petis, ada juga yang menggunakan petis Madura yang berwarna kemerahan. Rujak petis biasa disajikan dengan tambahan kerupuk, dan dengan alas pincuk (daun pisang) atau piring.

Rujak Gobet

Rujak Gobet adalah salah satu makanan tradisional Jawa (Malang). Rujak ini biasanya di sajikan pada acara Telonan atau Tingkepan wanita yang sedang hamil. Rujak ini terdiri dari beraneka ragam buah-buahan, seperti bengkowang, nanas, pencit, blimbing, jambu, babal (nangka muda), asem dan masih banyak lagi lainya. Jadi, rasa rujak gobet ini nano-nano, karena di aduk dan dicampur menjadi satu. Suguhan Rujak Gobet menjadi menarik, enak, karena menyatukan beragam buah yang berbeda rasa, warna, serta asalnya.

Rujak Kuah Pindang

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Kuah Pindang merupakan kuliner khas Bali tersebut memiliki cita rasa yang unik. Pedas, kecut, gurih dan sedikit amis. Rujak berkuah ini disajikan dengan isian buah-buahan, seperti mangga muda, pepaya muda, jeruk Bali, dan kedondong. Dalam penyajiannya, buah harus dipotong tipis-tipis agar kuah dapat meresap.Kuah rujak ini terbuat dari rebusan kepala ikan. Jadi, tak usah heran jika baunya agak amis. Meski terkesan amis dan bau, rujak kuah pindang memiliki rasa yang beda.

Rujak Ice Cream

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak Ice Cream merupakan rujak dengan perpaduan dari buah-buahan segar, es krim dan disiram dengan bumbu rujak petis yang tingkat kepedasannya bisa di sesuaikan dengan selera kita. Pokoknya rasa manis, asam, pedas semuanya berpadu rasa dalam Rujak Ice Cream ini. Disajikan dalam gelas bening yang menarik, di dalamnya terdapat buah-buahan seperti mangga muda, jambu, nanas, kedondong, dan bangkuang di potong kotak-kotak, di atasnya diberi beberapa scope es putar kemudian dilumasi sambal rujak gula jawa (gula merah) dan ditaburi kacang goreng.

Rujak Bulung

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Sama seperti rujak kuah pindang, rujak bulung juga berasal dari Bali. Rujak ini berbahan dasar rumput laut yang dicampur dengan garam, cabe rawit, terasi, kencur, kelapa parut dan kuah pindang. Rujak bulung dapat dijumpai di salah satu kedai di sekitar Jalan Blambangan.

Rujak Mata Sapi

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Rujak jenis ini mungkin hanya bisa Anda jumpai di daerah Bangkalan Madura saja. Pasalnya, Rujak mata sapi terkenal di sana berkat warung kecil di jalan KH Mohammad Kholil, Desa Demangan, .Adalah Warung Marinten, sebuah warung sederhana yang telah buka sejak awal 80- puluhan lalu yang sampai sekarang masih tetap ramai dikunjungi para pembeli. Pelanggan Warung Marinten pun berasal dari semua golongan, dari abang becak hingga pejabat di birokrasi Bangkalan-Madura Warung Marinten merupakan satu-satunya penjual rujak mata sapi dan kuliner uniknya tersebut terkenal hingga keluar Bangkalan.

Rujak Bubur

makanan, tradisional, rujak cingur, rujak bubur, rujak mata sapi, rujak kuah pindang, rujak gobet
Masih di tanah madura, ada satu lagi variasi dari rujak yaitu Rujak Bubur. Warga Madura biasa menyebut Rujak Bubur ini sebagai jek tajun. Penganan ini merupakan menu makan malam, usai berbuka puasa dan selepas sholat tarawih. Salah satu warung yang menjual rujak jenis adalah warung Liana yang berada di pojok lintasan Jl Jingga dan Jl Purba, yang jaraknya cukup dekat dengan Taman Arek Lancor, jantung kota Pamekasan. Warung rujak milik Liana ini cukup dikenal warga kota Pamekasan, Madura.
Rujak bubur ini dibuat pertama kalio dengan mengulek racikan bumbu rujak berupa campuran lombok, petis, kacang goreng, dan irisan pisang mentah diatas cobek besar. Setelah halus, ditambahkan irisan cingur rebus, kecambah, irisan kacang panjang, dan irisan rumput laut. Tak lupa juga ditambahkan cacahan mentimun dan kripik singkong. Usai mengulek rujak, terlebih dahulu menuang bubur bawang keatas wadah. Bisa berupa piring, bisa pula berupa talam daun pisang. Diatas bubur bawang inilah, lalu diburkan rujak.
Sarapan pagi dengan nasi uduk plus gorengan dan sambalnya, mungkin banyak dilakukan oleh anda. Begitu sederhana dengan apa yang menjadi komposisinya yaitu berupa gorengan, telur jika ada, sedikit sambal, kerupuk dan mie bihun. 


Yup, makanan yang satu ini selain murah meriah, juga banyak ditemukan dimana saja dan begitu familiarnya. Anda yang tinggal di kompleks perumahan, tinggal di sebuah perkampungan ,warung nasi uduk ala kadarnya pasti dapat ditemui.
Nah sekarang bagaimana jika anda ingin menyantap nasi uduk yang lain dari biasanya? Apakah ada nasi uduk yang berbeda dengan nasi uduk yang biasa dimakan? Lantas jika ada, dimana keberadaan warung nasi uduknya?  Dibawah ini ada ulasan singkat mengenai varian baru dari nasi uduk.

1.Nasi Uduk Bakar
Tidak jauh berbeda dengan nasi uduk pada umumnya, perbedaan nasi uduk jenis ini hanya dari penyajiannya yang harus dibakar terlebih dahulu.  Jika biasanya kita menyantap nasi uduk dalam bungkusan kertas coklat yang terkadang dibalut dengan kertas koran setelah kita memasannya, nah  nasi uduk bakar ini disajikan dengan memakai daun pisang.
Jadi setelah anda memesan nasi uduk yang diinginkan, tunggulah sebentar nasi dan ayam dibakar terlebih dahulu. Setelah bumbu ayam bakar masak dan matang,  nasi uduk yang dibungkus daun pun siap disajikan dengan bakaran daun pisang.
sumber foto: www.radarsukabumi.com
Nasi uduk ini dapat anda santap jika anda kebetulan berada di Jombang, Jawa Timur, dekat dengan tempat pemakaman mantan pressiden keempat RI, Abdurahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur. Lokasi warungnya di pinggiran jalan dan berjarak kurang lebih 300 meter ke utara dari lokasi makam. Soal harga, nasi uduk ini cukup bersahabat dan tergantung dari menu yang anda pilih, jika memilih menu pelengkap ayam misalnya, harga pun akan berbeda jika anda memilih tempe atau hanya nasi uduk biasa. Jadi semua tergantung dari menu yang anda akan pilih.
Selain di Jombang, nasi uduk bakar juga dapat temui di jalan Juanda di daerah Cianjur. Penyajian nasi uduk bakar di Cianjur ini hampir sama dengan nasi uduk bakar di Jombang, yaitu sama-sama menggunakan daun pisang sebagai pembungkusnya. Untuk lauk pauknya tersedia telur balado, perkedel, bihun goreng, tahu serta tempe balado, ditambah sambal oncom. Untuk harga seporsinya, nasi uduk bakar ini tidak akan membuat kantong anda langsung kering alias harganya cukup terjangkau.
2. Nasi Uduk Rasa Pandan
Nasi uduk warnanya hijau? Sangat unik seperti yang diketahui nasi uduk biasanya berwarna putih, tetapi nasi uduk ini berwarna hijau, mungkin hanya rumah makan milik Harry di KH Mochammad Mansyur, Jembatan Lima, Jakarta saja yang menyediakan nasi uduk seperti ini.
Rumah makannya sederhana tetapi menyediakan menu yang tidak biasa. Nampak etalase hidangan yang di susun secara rapi . Di dalam ruangan seluas  8 meter x 10 meter terdapat tujuh meja berjajar rapi yang masing-masingnya dapat menampung empat orang.
Nasi uduknya lantas kenapa bisa berwarna hijau? Harry sang mpunya rumah wakan ternyata menggunakan pewarna alami dari daun pandan hijau, oleh karena itu nasi uduknya jadi berwarna kehijauaan. Untuk sajian pelengkap nasi uduk rasa pandan disediakan pula panganan seperti ayam bumbu rujak bakar, cumi bakar yang ditusuk dengan kayu, tempe bakar dengan bumbunya yang khas dan sayur asem.
Bagaimana dengan harganya? Setali tiga keping dengan nasi uduk bakar di atas, harganya tidak sampai membuat kita mengernyitkan dahi alias ramah di kantong dan tidak membuat cekak isi dompet di kantong. Jam buka rumah makan sehari-hari mulai pukul 10.00 sampai dengan malam hari pukul 22.00 WIB.  (berbagai sumber)
Kopi ohh kopi, sepertinya minuman yang satu ini sudah cukup melegenda  dan membudaya di antara kita semua. Siapa yang tidak pernah mencicipi kopi, rasanya sangat jarang dan hampir semua orang pernah merasakan hitamnya sebuah kopi. Dari rakyat kecil yang tinggal di pinggiran sungai sampai mereka yang tinggal dalam perumahan mewah.

Keberadanya di negeri ini terbilang sudah lama, diawali dengan bercokolnya kaum penjajah yang ingin menjadikan kopi sebagai komoditas dagangan yang laris di pasaran Internasional dan akhirnya  perkembangan pun merata di hampir setiap kota karena para opurtunis melihat kopi dapat dijadikan sebagai lahan bisnisnya.
Kedai kopi pun bertebaran di kota-kota besar Indonesia, dari yang dijajakan di pinggiran sudut jalan sampai yang masuk dalam sebuah pertokoan. Namun seiring roda zaman yang terus berputar kedai-kedai kopi itu pun sepertinya tak mampu bertahan dan hanya sebagian kecilnya saja yang sampai sekarang masih melayani para pembelinya.
Tentu, sebuah prestasi tersendiri bagi kedai-kedai yang buka sampai detik ini, terlebih lagi cita rasa kopi itu masih dipertahankan sedemikian rupa dari awal kedai kopi itu berdiri. Nah, ingin tahu bagaimana rasanya menyelami sejarah dalam pekatnya sebuah kopi tua, di bawah ini ada beberapa kedai kopi yang siap melayani anda dengan sajian kopinya yang khas berselera.
1.Kedai Kopi Tung Tau
Nama warung kopi diambil dari nama pemiliknya yang bernama Fung Tung Tau yang merintis dagangannya dari tahun 1938 di Jalan Sungailiat, Bangka. Kedai miliknya saat ini sudah dikelola oleh tiga generasi. Dirinya sendiri kemudian dilanjutkan oleh generasi kedua Budjang Bunawan pada tahun 1950 dan  tahun 1980 dilanjutkan oleh istinya yang bernama Maria Matalia. Setelah itu sejak tahun 2010 warung kopi itu dilanjutkan oleh generasi ketiga yaitu Tedy, anak bungsu dari pasangan Budjang dan Maria.
sumber foto:www.uknowmj.blogspot.com
Kedai kopi ini sangat bersahaja jika dilihat dari tampilannya yang hanya tersusun oleh  meja kayu dan kursi plastik. Tapi nuansa seperti ini ternyata membuat banyak orang betah berlama-lama ngopi di sana. Ditambah lagi kedai kopi pertama di Bangka ini terbuka untuk segala lapisan masyarakat, mulai dari  pejabat dan politisi lokal, pengusaha sampai para wisatawan. 
Biji kopi yang diolah Kopi Tung Tau dibuat dari biji kopi pilihan, jadi bukan sembarang biji kopi. Untuk membuat kopinya, biji kopi itu digiling secara tradisional dan diracik dengan resep dan cara tradisional sehingga memiliki cita rasa sendiri yang khas.

Selain kopi sebagai sajian utamanya, warung ini juga punya sajian utama, yaitu  roti bakar. Rotinya itu berupa roti bantal. Roti ini disajikan dengan berbagai selai yang diracik sendiri sesuai dengan keingan pelanggan. Warung kopi Tung Tau kini memiliki dua cabang di kota Pangkalpinang. Cabang pertama di Jalan Sudirman No. 74 dan satu lagi berada di Jalan Depati Hamzah-Semabung.
2.Kedai Kopi Tiam Medan
Kita tinggalkan Bangka dan menuju ke Medan. Di kota ini terdapat warung kopi Tiam Ong yang berdiri sejak tahun 1968 di kediaman Ong Cin Kie yang sekaligus pemilik warung kopi ini. Ong memberi nama warung kopinya ini sesuai dengan namanya, sedangkan Kopi Tiam berasal dari dialek Hokkian yang dibaca Ka Pe Tiam. Memberi nama kedai kopi dengan nama marga merupakan kebiasaan etnis Tionghoa yang dibawa dari tanah leluhurnya, begitu pula dengan Ong Cin Kie
sumber foto:www.kopitiamong.blogspot.com
Seperti Kedai Kopi Tung Tau, Kedai Kopi Tiam Ong pun setali tiga uang. Dari luar warung kopi ini terlihat sederhana. Namun di dalamnya anda akan tersedot dalam pusaran masa lalu seakan-akan berada di awal abad ke-20 dengan barisan meja yang terbuat dari batu marmer dan kursi kayu yang didesain dengan model zaman dulu 
Tak hanya itu, kesan di masa lalu pun akan semakin mengental lantaran anda akan disinari pancaran lampu ruangan yang ditutupi sangkar burung dan ditemani oleh ornamen-ornaman antik dipajang di sudut kiri dan kanan kedai. Sebut saja telepon tua, sempoa zaman dahulu, terompet renta, setrika arang, gramaphone dan yang lainnya.
Apa menu andalan di kedai kopi ini? menu andalan ini salah satunya adalah Kopi Terbalik. Kopi ini merupakan kopi Aceh yang dihidangkan dengan gelas terbalik yang dibawahnya terdapat piring kecil. Kopi pun diseruput keluar dari dalam gelas terbalik melalui piring kecil itu sedikit demi sedikit. Selain  kopi terbalik, kedai kopi ini juga menyajikan Kopi Berempah, yaitu kopi yang dicampurkan dengan bermacam-macam rempah seperti kayu manis dan cengkeh. Belum lagi dengan sajian Kopi Bandrek yang merupakan campuran kopi, susu dan jahe. Rasanya pun akan semakin membuat anda berbetah-betah di kedai ini.
Oh iya, jika merasa lapar saat anda sedang asiknya menyeruput kopi, tidak perlu kuatir karena  kedai kopi ini juga menyediakan camilan yang cukup mengenyangkan perut. Mulai dari  Loempia Kejoe Tjoklat yang merupakan lumpia yang berisi sayuran dan keju dan diberikan coklat sebagai hiasan di bagian atasnya, Oebi Goreng dan yang lainnya.
Soal harga tak perlu dipersoalkan, masing-masing harga sajiannya cukup bersahabat dengan kantong. Begitu pula dengan pelayanan dan keramahtamahan dari para pelayan-pelayannya. Jadi  anda  yang mengaku maniak kopi dan kebetulan berada di Medan, jangan lupa untuk mampir ke kedai kopi ini. (berbagai sumber)
Siapa yang tidak kenal dengan nama makanan yang satu ini, ya sepertinya kebanyakan lidah kita pernah bergoyang sambil kedinginan merasakannya saat masih kecil atau sampai lanjutnya usia sekarang. Adalah es krim nama  makanannnya, yup sebuah makanan kecil  namun  tidak sekecil rasanya dan sudah tercipta beratus-ratus tahun yang lalu.
Menyoal sedikit sejarah kelahiran makanan dingin yang satu ini memang masih teka-teki. Ada yang berpendapat es krim telah tercipta di awal masehi di Rowawi saat Kaisar nero masih berkuasa, ada juga berpendapat es krim ini terlahir di benua asia tepatnya di Cina, ada pula yang berpendapat di Eropa lah es krim tercipta lebih-lebih akibat lintas perdagangan yang dilakukan oleh Italia dengan bangsa lainnya.
Ada pula yang mengatakan bahwa sejarah terciptanya makanan ini merupakan rentetan dari alur tulisan di atas. Jadi berawal dari Cina yang kala itu es krim hanya bisa dinikmati oleh kalangan raja dan bangsawan, kemudian berlanjut ke Itali lantaran Cina membuka pintu usaha dagangnya ke Eropa. Berkat jasa Marcopolo lah resep-resep itu sampai ke Eropa.
          Dari Eropa lantas es krim melalang buana ke seluruh dunia dan sampailah es krim ini di negeri paman sam. Di sana es krim semakin populer  seiring dengan penemuan mesin pembuat es krim untuk memenuhi permintaan rakyat Amerika yang tinggi terhadap kudapan ini. Dari Amerika pulalah muncul sebutan es krim, yang berasal dari kata "ice cream".
Sejak itu, es krim semakin berkembang dengan berbagai modifikasi dan teknik pembuatan. Ada french-style ice cream, yang terbuat dari kuning telur dan populer di dataran Amerika. Di Amerika, kemudian teknis ini dikembangkan menjadi philadelphia ice cream, yang terbuat dari putih telur ditambah berbagai rasa, seperti coklat, vanilla, dan stroberi.
Lantas bagaimana dengan es krim di Indonesia sendiri? Es krim datang bersama Belanda dan  berkembang seiring semakin kukuhnya kolonialisme negeri kincir angin ini di Nusantara. Di kota-kota besar banyak bermunculan restoran-restoran yang banyak menjajajakan es krim sebagai makanan kudapan. Dan saat itu es krim  merupakan jenis makanan yang sangat mahal dan mewah, orang pribumi mungkin hanya bisa bermuka pengen melihat para meneer dan mevrouw Belanda menikmati es krim di panasnya hari.
            Namun sekarang semua itu tinggal kenangan, akan tetapi restoran-restoran di mana para meneer dan mevrouw itu duduk menikmati es krim masih bertahan hingga kini. Nah, di mana sajakah restoran-restoitran es krim itu yang masih bertahan.

1. Es Krim Toko Oen
Toko Oen di  Malang dan Semarang yang sudah berdiri sebagai toko es krim di tahun 1922. Awalnya Oma Oen berbisnis kue di kota Gudeg tahun 1910. Lantaran ingin mengembangkan uasahanya lalu dia membuat toko es krim dan membuka cabangnya di berbagai kota dari Jakarta, Semarang, dan Malang. 
Namun malang tak bisa diraih, cabang Yogyakarta dan Jakarta terpaksa tutup karena suatu sebab. Tetapi cabang yang di Semarang hingga kini ini masih bertahan dan dikelola sama keturunan Oma Oen. Baik yang di Malang maupun di Semarang, keduanya masih mempertahakan interior khas di masa kolonial Belanda begitu pun dengan es krimnya.Dalam penyajiannya, es krim di Toko Oen ini disajikan dengan kue lidah kucing, toping sirup, dan buah-buahan. Selain itu penyajian es krim pun disusun berwarna-warni dan  pengolahan es krim ini pun masih menggunakan alat tradisional. 

2. Es Krim Toko Zangradi
Yang kedua ada Toko Zangradi di Jalan Yos Sudarso, Surabaya. Adalah Orang Italia bernama Renato Zangradi yang mengadu peruntungan dengan mendirikan toko es krim di tahun 1930 di kota itu. Eh, tanpa dinyana bisnis itu membuat para meneer dan mevrouw kesengsem. Kelebihan dari tokonya Zangrandi adalah es krim yang dijadikan berasal dari olahan tangan alias hand madedan bukan buatan mesin. Rupanya olahan tangan yang dibuat di kedai Zangrandi ini sesuai dengan lidah orang-orang Belanda. 
Di Zangradi, selain menjual es krim batangan juga terdapat es krim scoop atau per mangkok. Ada pula banana split yaitu pisang dipadukan beberapa es krim sesuai selera. Untuk menemani makan es krim, toko ini juga menjual aneka jajanan seperti pastel sampai makanan berat seperti pizza. Beragam jenis es tersaji di toko ini dari  Chocolate Twinkle, Noodle Ice Cream, Soda Ice Cream, Avocado Fudge, Tropicana Fruit, Crispy basket, Zangrandi Pie, Horn, Macedonia, Royale Peach, Banana Split. Ada pula es krim dalam bentuk slices yaitu Tutti Frutti, Satay Ice Cream, Surabaya Moon, Pudding Ice Cream

3. Es Krim Ragusa
Toko es krim yang ketiga ada di Jakarta yaitu Es Krim Ragusa. Seperti Zangradi, kreator es krim Ragusa ini lagi-lagi adalah seoarang berkebangsaan Itali yang bernama Luis Ragusa. Awalnya bukan hanya Ragusa saja yang memulai bisnis es krimnya ini, melainkan dibantu oleh saudaranya,  Vincenzo Ragusa.
Nah, di tahun 1932 mereka berdua mulai membuka kafe es krim nya di pasar Gambir. Tapi sayang tempatnya tidak terlalu ramai alias sepi pembeli. Bagaimana bisa untung kalau tempatnya sepi? Mungkin pikir mereka berdua, lantas kafe keduanya pun pindah lokasi di Jl. Veteran I No. 10 Jakarta Pusat tahun 1947. Gayung pun bersambut, es krimnya banyak diminati orang-orang.
sumber foto:ww.aditstorsi.files.wordpress.com
Selama menekuni bisnis es krim ini mereka tidak hanya bekerja berdua saja, melainkan dibantu juga oleh Jo Giok Siaw. Ibu Hj. Sias Mawarni, menantu dari Jo Giok Siaw, dan suaminya yang meneruskan penjualan es krim ini. Sepeninggal duo itali itu,  es krim diwariskan secara turun temurun tanpa pernah mengganti resep aslinya dan masih mempertahankan es krim tanpa bahan pengawet. Es krim Ragusa menjual tujuh rasa dan masing-masing rasa memiliki penggemarnya tersendiri. Dari rasa cokelat sampai durian, ada pula modifikasi seperti Spaghetti Ice Cream dan Banana Split.

 4. Es Krim Tip Top
 Itu di Jakarta, bagaimana dengan es krim yang ada di kota terbesar kedua di negeri ini, yaitu Medan tepatnya di Jalan Ahmad Yani.  Ya, disana ada restoran es krim yang bernama Tip Top, restoran ini juga sama tuanya dengan restoran es krim lainnya, yaitu sudah berdiri dari tahun 1929 dengan nama Jang kie. Kemudian pindah ke Jl. Kesawan tahun 1934 dan menganti namanya menjadi Tip Top.
Es krim Tip Top memiliki sekitar 50 varian rasa seperti Soda, Fosco, Neapolitan, Banana Split, Tutty Frutty Sundae, Tutty Frutty, Mont Blanc, Cassatta, Strawberry Float, Vanilla Float, Vanilla + Coke, Chocolate + Coke, Snow White, Rainbow, Desert Pineapple, Desert Strawberry, Nougat, Rhum Corn Flakes, Kopior Sundae, Mocca Rissins Sundae, Vanilla Sundae, Chocolate Sundae, Tip Top, Rhum, Kopior, Mocca Rissins, Strawberry, Chocolate, Vanilla dan Cone/Horn.